![]() |
| Timnas Garuda berhasil kalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 di Senayan GBK Jakarta. Photo:Tangkapan Layar |
GBK Jakarta - Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Empat gol kemenangan Indonesia dicetak Beckham Putra Nugraha, Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra. Skuad Garuda nampak mendominasi penguasaan bola dan memaksa tim tamu bermain lebih dalam di babak pertama, hingga merangsak pertahanan rapat Saint Kitts and Nevis.
Peluang pertama hadir di menit ke-8 melalui sepak pojok Dony Tri Pamungkas yang disambut sundulan Jordi Amat, namun masih melambung di atas mistar.
Selang beberapa menit, Beckham Putra Nugraha mengirimkan umpan terobosan dari sisi kanan yang disambar Kevin Diks dengan sepakan first time, tetapi bola hanya mengenai sisi luar jaring.
Umpan terobosan Ole Romeny akhirnya menjebak offside, dan Beckham melakukan solo run, mengecoh kiper, hingga mulus membawa bola ke gawang lawan
Lagi-lagi melalui umpan terobosan Romeny, Beckham berhasil menuntaskannya dengan sepakan kaki kanan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Beruntung sepak pojok menggiring bola ke mulut gawang Saint Kitts and Nevis dimana Mauro dengan tenang memuluskan tendangan, dan berakhir gol keempat.
Selanjutnya Indonesia akan menghadapi Bulgaria yang sebelumnya menang 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Sebelumnnya Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan jelang laga pembuka FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis. Dan menjadi pertandingan perdana bagi pelatih kepala John Herdman.
Dalam konferensi pers jelang laga, pelatih John Herdman asal Inggris menilai ajang FIFA Series 2026 sebagai momentum penting untuk menguji kemampuan tim menghadapi lawan dari konfederasi berbeda.
“ Terima kasih kepada Bapak Erik Thohir, PSSI, PT GSI, serta FIFA atas terselenggaranya event fantastis, dengan menghadirkan tim-tim dari berbagai konfederas” Sambut Herdman, Kamis, (26/3/2026).
Skuad Garuda telah menjalani pemusatan latihan dengan intensitas tinggi selama empat hari terakhir.Pelatih John Herdman melihat perkembangan positif, terutama dari sisi energi dan kesiapan pemain menyambut pertandingan di kandang sendiri. Herdman juga menekankan pentingnya adaptasi cepat menghadapi karakter pertandingan internasional yang berbeda dibanding level klub. (Red) **

Komentar0