BUWiTpz8GpMlGSz5BUz8GUA7BA==

RSUD Wijaya Mulya: Rebranding RSUD Cibabat untuk Tingkatkan Kepercayaan dan Kualitas Layanan Masyarakat

Walikota Cimahi Ngatiyana saat sambutan Rebranding RSUD Cibabat menjadi Wijaya Mulya. Foto/Ist
SOROT PERISTIWA.ID, CIMAHI – Rumah sakit di era sekarang tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat mengobati penyakit. Rumah sakit harus menjadi pusat pelayanan kesehatan yang menghadirkan rasa aman, membangun harapan, serta mendorong masyarakat hidup lebih sehat melalui layanan promotif, preventif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. 

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melakukan transformasi menyeluruh terhadap RSUD Cibabat melalui proses rebranding. Proses ini tidak hanya mengubah identitas, tetapi juga memperkuat budaya pelayanan.

Komitmen itu disampaikan dalam Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD Cibabat Kota Cimahi yang digelar di RSUD Cibabat, Senin (20/7/2026). 

Kegiatan ini menandai berakhirnya proses kajian bersama PT MarkPlus Indonesia sekaligus menjadi langkah awal transformasi rumah sakit milik Pemkot Cimahi menuju wajah baru sebagai RSUD Wijaya Mulya.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan rebranding bukan sekadar mengganti nama, logo, ataupun slogan. Perubahan identitas harus diikuti perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan kualitas pelayanan agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

"Kalau rebranding hanya berhenti pada pergantian nama, tentu tidak akan memberikan nilai tambah. Yang kita bangun adalah transformasi menyeluruh, mulai dari citra, budaya pelayanan, hingga kualitas layanan kesehatan yang benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Selama ini rumah sakit masih identik dengan rasa sakit, ketakutan, dan kecemasan. Paradigma itu harus diubah agar rumah sakit menjadi ruang yang nyaman, tempat konsultasi kesehatan, edukasi, hingga upaya pencegahan penyakit sebelum kondisi memburuk. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan kesehatan yang menempatkan aspek promotif dan preventif sebagai prioritas.

Kajian rebranding dilakukan melalui tahapan panjang. Pemkot Cimahi bersama PT MarkPlus Indonesia melaksanakan in-depth interview, focus group discussion bersama tokoh masyarakat, lokakarya internal, hingga finalisasi kajian. Tujuannya memastikan identitas baru lahir dari kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan.

Berdasarkan hasil kajian, nama RSUD Cibabat berubah menjadi RSUD Wijaya Mulya. "Wijaya" berarti kemenangan atau keberhasilan. "Mulya" menggambarkan kemuliaan dan harapan untuk kembali sehat. Filosofi ini selaras dengan semangat memberikan pelayanan terbaik dengan hati, agar setiap pasien pulih dan hidup sehat bermartabat.

"RSUD Wijaya Mulya berarti melayani dari hati. Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, status sosial, maupun jenis pembiayaannya. Yang utama adalah keselamatan pasien dan pelayanan yang tulus," kata Ngatiyana.

Ia mencontohkan komitmen inklusif RSUD Cibabat. Pasien tanpa jaminan kesehatan atau BPJS nonaktif tetap dilayani terlebih dahulu. Setelah stabil, rumah sakit membantu pengurusan administrasi agar tidak terbebani biaya.

Keberhasilan rebranding ditopang tiga pilar: pembaruan citra dan misi, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan pendekatan humanis. 

"Papan nama bisa saja berubah, tetapi kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh ketika mereka merasakan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, mudah diakses, dan penuh empati. Itulah identitas sesungguhnya dari sebuah rumah sakit," tegasnya.

Rebranding ini diharapkan menjadi awal lahirnya budaya pelayanan baru yang memperkuat kualitas layanan kesehatan daerah, serta mendukung visi Cimahi MANTAP: Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif. (Ibra) **

Komentar0

Type above and press Enter to search.