![]() |
| Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan medali emas pada ajang World Climbing Series Krakow 2026 pada final nomor speed di Krakow, Polandia. Foto/Ist |
Bertanding di hadapan pendukung tuan rumah, Desak Made tampil sangat dominan memperlihatkan kelincahan serta kecepatan. Ia mencatatkan waktu 6,54 detik pada babak final yang menggunakan format empat jalur dan diikuti empat atlet terbaik dunia.
Catatan waktu mengantarkan Desak Made mengungguli tiga pesaingnya, yakni Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw dari Polandia, serta Emma Hunt asal Amerika Serikat.
Sementara Natalia Kalucka harus puas meraih medali perak setelah membukukan waktu 6,62 detik.
Sedangkan Emma Hunt membawa pulang medali perunggu dengan catatan waktu 11,37 detik.
Indonesia juga menurunkan dua atlet putri lainnya yakni, Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih yang tengah bertarung hingga babak perempat final sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
Secara keseluruhan, Timnas Panjat Tebing Indonesia mengirimkan tujuh atlet pada World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026. Selain Desak Made, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih, tim Merah Putih juga diperkuat empat atlet putra, yakni Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Ketujuh atlet tersebut tidak hanya tampil pada nomor speed individu putra dan putri, tetapi juga mengikuti nomor estafet putra, estafet putri, dan estafet campuran.
Kemenpora dan PB FPTI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas torehan Desak Made. Dimana Emas yang di dapat Desak Made menjadi bukti konsistensi atlet speed Indonesia di kancah internasional yang juga modal penting menuju kejuaraan dunia berikutnya.
Desak Made sendiri merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di nomor speed. Kemenangannya di Krakow menegaskan posisinya sebagai salah satu sprinter tebing terbaik dunia saat ini. (Ibra)**
Sumber: Kemenpora

Komentar0