BUWiTpz8GpMlGSz5BUz8GUA7BA==

Gleen Bakrie di Paripurna HUT Cimahi: Jika Dewan Mapan di Alun-alun, Warga Juga Harus Mapan


Gleen Bakrie Tokoh Fopdar Pejuang Cimahi Otonom. Foto/Ibra
Sorot Peristiwa.idKota Cimahi – Di tengah perayaan Hari Jadi Kota Cimahi ke-25, ada pesan yang disampaikan dari salah satu tokoh pejuang Cimahi Otonom Gleen Bakrie, ketika menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi, Sabtu 21/6/2026.

Sebelumnya Gleen mengapresiasi atas undangan paripurna, juga “menepuk” DPRD dan Pemerintah Kota Cimahi agar cita-cita pendiri Cimahi benar-benar dirasakan warga, bukan hanya pejabat.

Gleen menilai kondisi DPRD dan Pemkot Cimahi saat ini sudah sejahtera. Gedung dewan berdiri megah di Alun-alun, serta kantor pemerintahan yang ada di Cihanjuang.  

“Saya menilai DPRD dan Pemerintah Kota Cimahi sudah sejahtera. Mudah-mudahan yang terwakili oleh DPRD Kota Cimahi, yakni masyarakat Kota Cimahi, ikut menikmati seperti apa yang dinikmati DPRD dan Pemkot Cimahi,” ujar Gleen.

Gleen mengaitkan dengan cita-cita awal pembentukan Kota Cimahi.  

“Perlu diingat, cita-cita para pendiri Kota Cimahi adalah ikut serta memakmurkan masyarakat Kota Cimahi atas terbentuknya Cimahi menjadi Kota. Kota Cimahi bukan untuk siapa-siapa lagi, namun Cimahi sekarang untuk masyarakat Kota Cimahi itu sendiri,” tegasnya.

Puncak pesannya tertuju pada persoalan rumah tidak layak huni. Gleen berharap, di usia 25 tahun, Cimahi sudah bebas dari Rutilahu.  

“Saya berpesan tidak ada lagi Rutilahu di Kota Cimahi. Artinya masyarakat Cimahi sudah mapan. Seperti mapannya wakil rakyat yang ada di Alun-alun, dan aparatur sekaligus pemerintah Kota Cimahi yang ada di Cihanjuang,” tandas Gleen Bakrie.

Ia mengingatkan, para pendiri Cimahi berjuang agar kota otonom ini jadi tempat yang mensejahterakan warganya. Di HUT ke-25, tolak ukur “kemapanan” bukan lagi gedung, tapi apakah warga sudah terbebas dari persoalan dasar seperti rumah layak huni.

Pernyataan Gleen jadi pengingat bagi DPRD dan Pemkot Cimahi: kemewahan fasilitas dewan dan pemerintah harus berbanding lurus dengan kesejahteraan 600 ribu lebih warga Cimahi

Refleksi dari kota administratif ke kota mandiri

Cimahi kini sudah punya infrastruktur, pemerintahan, dan DPRD yang “mapan”. Maka komitmen tema HUT Cimahi tahun 2026 harus juga menjadi pengingat capaian hari ini bukan titik akhir.

Sementara DPRD dan Pemkot Cimahi menegaskan komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang fokus terhadap peningkatkan kesejahteraan warga agar sejajar dengan kemajuan fasilitas pemerintahan.

Cimahi dibentuk untuk memakmurkan warga. “Kota Cimahi bukan untuk siapa-siapa lagi, tapi untuk masyarakat Cimahi itu sendiri.” Ujar Glen. Jadi Komitmen ke depan patut diuji dari berkurangnya persoalan dasar warga, contohnya: tidak ada lagi Rutilahu.

Arah ke Depan harus terus melangkah ke depan, artinya: Konsistensi: Program pro-rakyat harus jalan tanpa putus, Inklusif dengan kemajuan gedung dewan & kantor Pemkot harus dirasakan warga Cimahi.

Perayaan tahun ini harus jadi momentum evaluasi kekurangan dan akselerasi solusi. Intinya HUT ke-25 bukan hanya pesta, tapi peneguhan janji. Cimahi yang sudah “mapan” kelembagaannya, sekarang dituntut mewujudkan kemapanan warganya juga. (Ibra)

Komentar0

Type above and press Enter to search.