BUWiTpz8GpMlGSz5BUz8GUA7BA==

Prioritas Humanis: Wamenkes Dante Dorong Layanan Fertilitas Canggih & Penuh Empati

Wamenkes Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono. Foto Istimewa
Sorot Peristiwa.id 

Jakarta – Perjalanan menuju kehamilan bukan cuma soal medis, tapi soal merawat harapan. Itu yang digarisbawahi Wamenkes Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono saat re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster RSCM Kencana, Jakarta, Selasa [26/5/2026].

“Pasangan datang ke klinik fertilitas bukan untuk obati sakit fisik, tapi memperjuangkan kehidupan yang belum hadir. Yang kita rawat bukan hanya tubuh, tapi juga jiwa dan harapan,” tegas Dante.

Tantangannya nyata. Data WHO 2025: 1 dari 6 orang dewasa di dunia mengalami infertilitas. Di Indonesia, Kemenkes mencatat 10-15% pasangan usia subur atau sekitar 4–6 juta dari 39,8 juta pasangan butuh intervensi medis. Sementara TFR Indonesia 2023 di angka 2,14 anak per perempuan menurut BKKBN. Angka ini penting dijaga demi bonus demografi Indonesia Emas 2045.

“Kalau generasi ini kualitasnya bagus, kita punya usia produktif bagus di 2045. Itu harus dijaga,” tambah Wamenkes.

Respons masyarakat ke layanan bayi tabung/IVF naik tajam: dari 23 ribu pasien di 2021 jadi 36 ribu pasien di 2024. Kini 59 RS di 15 provinsi sudah berizin IVF, dengan RSCM sebagai pelopor lewat Klinik Yasmin.

Layanan prioritas Klinik Yasmin Reproductive Cluster:  

8 layanan utama: Yasmin IVF, gangguan haid, endometriosis, PCOS, keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.

Didukung tenaga obstetri, ginekologi, andrologi, plus guru besar berpengalaman. Sepanjang 2025 Klinik Yasmin catatkan 95 kehamilan dari 221 siklus.

Pendekatan humanisnya kuat: konselor perawat dampingi pasien selama stimulasi, sistem 1 pasien 1 perawat, kolaborasi akupunktur, pusat layanan keguguran berulang, dan pengembangan khusus endometriosis & PCOS.

Lewat re-launching ini, RSCM Kencana berkomitmen menghadirkan layanan fertilitas yang lebih dekat, canggih, dan humanis. Tujuannya: lebih banyak pasangan Indonesia dapat penanganan menyeluruh dan berkelanjutan. ***

 Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI  


Komentar0

Type above and press Enter to search.