![]() |
| Driver Gojek. (foto :Istimewa Kemenkes) |
Jakarta – Komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat dibuktikan melalui kolaborasi Kemenkes RI dan Gojek. Lewat program Cek Kesehatan Gratis Komunitas, ribuan mitra pengemudi Gojek di 17 kota dapat cek kesehatan lengkap tanpa biaya, mulai Februari–Desember 2026.
Peluncuran digelar di Rumah Mitra Gojek, Kemang Timur, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Wamenkes Prof. Dante Saksono Harbuwono hadir meninjau langsung dan berdialog dengan peserta.
“Ini quick win pemerintah. Pemeriksaan mandiri bisa Rp2–3 juta/orang. Kami ingin mitra tidak berobat saat sakit, tapi tetap sehat dan produktif,” tegas Dante.
Data awal menunjukkan driver punya risiko tinggi obesitas, hipertensi, hingga prediabetes. Karena itu layanan CKG digratiskan langsung di titik aktivitas mereka.
Pemeriksaan lengkap gratis: gula darah, kolesterol, tekanan darah, EKG jantung, deteksi dini kanker serviks IVA. Butuh kacamata? Bisa lewat BPJS. Ke depan, titik puskesmas terdekat juga bisa dicek via aplikasi Gojek Driver.
Jangkauan nasionalnya masif: setelah 70 juta jiwa tersasar CKG 2025, hingga Mei 2026 sudah 36 juta jiwa ikut, termasuk 1,86 juta warga Jakarta. Kini giliran 17 kota: Palembang, Bandung, Jabodetabek, Yogya, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Lampung, Makassar, Balikpapan, Bali, dst.
Wadirut GoTo Catherine Hindra Sutjahyo menyebut ini langkah nyata dukung Asta Cita penguatan SDM. “Kami pastikan mitra punya akses layanan kesehatan yang mudah,” ujarnya. Head of Driver Operations Gojek Bambang Adi Wirawan menambahkan, mobilitas tinggi di jalan bikin kesehatan driver jadi prioritas.
Program ini melengkapi komitmen Gojek ke mitra: BPJS gratis untuk berprestasi, bonus hari raya, hingga beasiswa. ***
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Komentar0