BUWiTpz8GpMlGSz5BUz8GUA7BA==

Desak Diplomasi Luar Biasa, Alumni FTK Unisba Soroti Dugaan Penculikan Aktivis Kemanusiaan oleh Israel

Ketua AFTA UNISBA Zaki Zimmatilah Zulfikar. Photo Istimewa
Sorot Peristiwa.id

Kota Bandung – Keluarga Besar Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (AFTA Unisba) menyampaikan pernyataan sikap keras terkait dugaan penculikan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla oleh Tentara Israel di perairan internasional.[tanggal]

Melalui pernyataan resmi, Ketua AFTA Unisba Zaki Zimmatillah Zulfikar mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomasi luar biasa demi keselamatan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disebut ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Peristiwa yang terjadi bukan sekadar persoalan politik internasional, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan keselamatan warga sipil yang tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina,” kata Zaki.

Dalam pernyataan sikapnya, AFTA Unisba menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah Indonesia:

1. Meminta pembebasan segera seluruh sembilan WNI yang diduga diculik agar dapat kembali dengan selamat dan bermartabat.

2. Mendesak Presiden RI mengambil langkah diplomasi luar biasa dengan mengerahkan seluruh kekuatan diplomatik Indonesia, termasuk membawa persoalan tersebut ke berbagai forum internasional.

3.Menarik diri dari Board of Peace (BoP) sebagai bentuk sikap keberpihakan terhadap perjuangan kemanusiaan dan rakyat Palestina.

4. Mendorong International Criminal Court (ICC) untuk menindak Israel atas dugaan penculikan warga sipil di wilayah perairan internasional.

5. Meminta DPR RI menggelar sidang darurat dan memanggil Menteri Luar Negeri guna memastikan proses pemulangan WNI dilakukan secara maksimal, serius, dan transparan.

AFTA Unisba juga menyerukan kepada seluruh kader, anggota, serta elemen masyarakat untuk terus mengawal kasus tersebut hingga seluruh WNI dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Mendukung Palestina bukan hanya soal politik, tetapi panggilan kemanusiaan. Kami menolak sikap diam terhadap tindakan yang dianggap sebagai bentuk kezaliman,” tegas pernyataan tersebut.

Sikap yang disampaikan alumni FTK Unisba ini menambah deretan suara masyarakat sipil di Indonesia yang terus memberikan perhatian terhadap konflik kemanusiaan di Palestina, sekaligus mendorong pemerintah agar mengambil langkah lebih tegas di level internasional. (edza)***

Komentar0

Type above and press Enter to search.